Moderator Mr. BamS
Darah
penerbitan adalah karya tulis dari penulisnya, dimana dari karya tulis tersebut
dapat diubah menjadi sebuah media buku yang dapat dinikmati pembacanya melalui outlet-outlet pemasaran baik toko buku,
kampus, sekolah, dan pembaca secara langsung.
Setiap
penerbit telah dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional, sebagai penanda
setiap terbitannya, dan dinaungi di bawah IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk
pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus. Penerbit di
bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passion-nya dalam menerbitkan buku.
Sebagai
penulis, sebaiknya memahami ciri khas terbitan setiap penerbit. Tentunya
bertujuan agar tulisannya sesuai dengan misi penerbit tersebut. Walaupun ada
penerbit yang dapat menerbitkan segala tema di setiap terbitannya.
Penulis,
dapat mengirimkan usulan dan proposal terlebih dahulu untuk menjajagi apakah
jalur tulisannya sudah sesuai dengan visi dan misi penerbitan belum. Hal ini
untuk menghemat waktu dan biaya dalam memersiapkan tulisannya.
Setiap
penerbit, mempunyai SOP dalam memilah, memilih tulisan untuk dijadikan
komoditas industri, dengan tujuan utama tentunya adalah terbitannya dapat
terserap di pasar dengan cepat. Penerbit mempunyai peta pasar yang dia rekam
dari outlet-outlet-nya, sehingga
instink penerbitan yang telah lama bergelut di bidangnya akan semakin terasah.
Dari
melihat judul, outline, dan siapa
penulis, terkadang penerbit dapat memproyeksikan pasar buku yang menjadi sasarannya.
Kunci pertama bagi penulis adalah pemilihan judul yang baik, pasar sasaran yang
akan dituju, kemudian lakukan sedikit riset pesaing, sehingga dapat dengan
gamblang ditawarkan ke penerbit. Apalagi tema yang ditulis tersebut ternyata
tema yang baru, perlu tambahan data riset kecil yang tidak gampang untuk
memengaruhi penerbit. Penerbit lebih cenderung mencari tema yang secara data
pemasaran sudah ada, sehingga gambling
dalam membiayai penerbitannya memunyai risiko yang semakin kecil untuk tidak terserap
di pasar.
Kirimkan
ke beberapa penerbit, apabila penulis belum berpengalaman bekerjasama dengan
penerbit. Penerbit akan menyeleksi tulisan, dengan beberapa pertimbangan.
Paling banyak porsi pemasaran sebagai pertimbangan utamanya. Berikan sedikit penjelasan
pasar sasaran, dengan data-data angka akan lebih menarik. Sebagai contoh, saat
ini buku yang sangat dicari adalah buku tentang Covid-19. Cari secepatnya apa,
bagaimana, virus tersebut. Apakah buku yang kita tulis betul2 mempunyai manfaat
pada pembaca.
Pesaing
buku apakah sudah ada apa belum. Penulis perintis pertama biasanya dapat
menikmati pasar awal yang cukup menarik. Biasanya tulisan pertama memunyai
kualitas yang belum baik, akan tetapi mengejar momen yang cukup bagus. Penulis follower biasanya mempunyai penyajian materi yang lebih baik akan tetapi terkadang menikmati pasar sisa
dari para penulis perintis. Penulis perintis effort awal lebih banyak, dan terkadang mempunyai risiko tidak laku
juga besar. Penerbit akan sangat tergantung dari tawaran awal dalam proposal
dalam menentukan penerbitannya.
Poposal
buku akan semakin sempurnya, jika penulis telah melakukan proses tulisan
bukunya minimal 50% dari rencana keseluruhan. Supaya proses penyelesaian
tulisannya tidak terlalu lama. Penerbit biasanya memberikan waktu yang beragam
untuk menyelesaikan tulisan tersebut. Poposal buku akan semakin sempurnya, jika
penulis telah melakukan proses tulisan bukunya minimal 50% dari rencana
keseluruhan. Supaya proses penyelesaian tulisannya tidak terlalu lama. Penerbit
biasanya memberikan waktu yang beragam untuk menyelesaikan tulisan tersebut.
Banyak
penulis yang menebar proposal banyak, akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses
produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih
dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan
penulis, supaya dapat segera diproses di penerbitannya.
Proses
penerbitan cuku panjang waktunya, dari administrasi penerbitan awal, editing, setting layout, desain c over, dan proses produksi.
Tanpa ada antrian proses penerbitan buku memakan waktu antara 2 minggu hingga 1
bulan paling lama. Yang membuat lama adalah proses antrian, baik dari sisi
penulis maupun beberapa bagian di penerbitan.
Pada
proses administrasi penerbitan, yang perlu dipersiapkan adalah:
1. Kelengkapan naskah, dari Judul-Sub Judul, Nama Pengarang, Kata Pengantar, Prakata, Daftar Isi, Bab, hingga Sinopsis. Penulis harus jeli melengkapi hal demikian, karena biasanya sebelum lengkap, proses selanjutnya tidak akan dijalankan.
2. Proses editing, akan terbantukan dengan pengetahuan ejaan, pemilihan kata, kalimat, paragraf hingga hirarki bab yang baik dari penulis. Kelemahan penulis biasanya tidak clear saat menentukan hirarki bab, paragraf, kalimat, kata, dan pemilihan fontasi. Editor akan membantu hal tersebut, akan tetapi apabila penulis telah menata dengan baik, maka kerja editor akan lebih fokus ke dalam bagaimana memilih efektifan kalimat, dan struktur bab yang baik. Setting layout juga mempunyai peranan yang penting, karena menentukan ukuran buku, jumlah halaman, dan keindahan halaman per halaman. Titik krusial ada di sini, karena dengan pengaturan halaman yang baik, makan harga buku akan dapat efektif di tentukan.
3. Harga buku yang menarik, akan cukum memengaruhi pembeli dalam memutuskan akan menikmati buku tersebut atau meninggalkannya.
4. Desain cover, juga memunyai peranan strategis dalam sebuah buku. Apalagi tipikan pembeli buku di Indonesia adalah didasarkan dari keindahan dan seberapa menarik cover buku. TipikaL pembaca buku di Indonesia adalah, sight seeing, sehingga cover sangat penting sekali dalam pemasaran buku. Setiap penerbit mempunyai data juga bagai mana cover yang menarik, dan terbukti mendongkrak pemasaran.
Saat
proofing, penulis sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih
memperkuat pasar buku yang ditulisnya. Kerjasama yang baik dari penulis, dan
pengetahuan data dari penerbit akan dapat menentukan keberhasilan tulisan untuk
terserap di pasar. Akan tetapi dari pengalaman kami, tidak ada buku Best Seller yang By Design. Artinya, banyak buku Best
Seller di Indonesia, terkadang karena karunia semata... Jadi jangan takut
menawarkan tulisan ke penerbit. Pada dasarnya penerbit juga trial and error dalam menerbitkan bukunya. Hanya pengalaman, dan intuisi
terkadang membantu untuk menghindari kerugian akibat terbitannya tidak laku di
pasar.
TANYA JAWAB
1. Riset pasar yang dilakukan pertama kali paling penting, siapa sasarannya. Buku sekolah pasarnya sangat besar sekali, di banding buku masak. Kemudian pesaing, buku dengan pasar besar pesaingnya banyak, nah ini perlu strategi pemosisian kedalaman materi. Apakah buku kita lengkap, atau hanya buku pengayaan. Perlu diputuskan segera, supaya tidak terjadi tabrakan materi buku dengan pesaing.
2.
Kondisi bidang penerbitan sekarang selama masa
pandemi ini Ini kondisi sangat berat sekali. Perlu bapak ibu ketahui bahwa
hampir 90 % outlet penerbitan
sekarang tutup. Kampus dan sekolah tutup semua tidak ada aktifitas. Omzet kami
betul-betul turun hingga ke titik nadir. Kami harus berjuang hingga 3 bulan ke
depan untuk menanti masa panen di tahun ajaran baru. Dalam 3 bulan ke depan
merupakan titik hidup mati penerbitan, karena jika tidak dapat melewatinya,
banyak sekali penerbit di bawah IKAPI akan gulung tikar. Sementara pasar On Line di Indonesia belum tumbuh untuk
pasar buku, sehingga kami haru menahan lapar sejenak untuk 3 bulan ke depan
semoga pandemi ini akan reda.
Buku
hasil penelitian, biasanya tergantung sekali dengan tujuan penelitian dan
hasilnya. Pasar penelitian di Indonesia sangat kecil sekali, sehingga terkadang
pasar yang di sasar adalah pasar captive
market, atau pasar yang sudah memahami betul materi bahasan. Pasar ini
disebut niche market atau pasar
ceruk.
Buku
yang terbukti masih laku di Toko Buku adalah Rangking pertama adalah buku Anak,
buku dongeng, cerita bergambar, komik. Kami sarankan buku yang mempunyai value
bagus untuk pendidikan karakter. Kemudian buku, keagamaan, motivasi, dan buku
sekolah.
3.
Antara kualitas dan peristiwa yang prioritas
pertama adalah peristiwa, hal ini tidak sengaja menemukan tulisan tentang
Virus, saat corona di Wuhan bulan Desember 19 dan Januari 20, ada penulis yang
telah melakukan riset tersebut. Dan buku ini yang best seller saat ini adalah buku Covid-19, walaupun tulisannya
kualitasnya belum begitu sempurna. Buku Laskar Pelangi, adalah buku terlaris di
Indonesia, timing yang tepat saat itu adalah adanya Muktamar Muhammadiyah, dan
buku itu meledak luar biasa dari mulut ke mulut awalnya, word of mouth. Ingat Muhammadiyah umatnya luar biasa. Itulah target
awal buku tersebut.
4.
Banyak penulis yang menebar proposal banyak,
akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses
produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih
dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan
penulis, supaya dapat segera diproses di penerbitannya. Strateginya, saat
menulis proposal, materi buku harus sebaian besar telah tertuliskan baik dalam
bentuk draft atau masih outline detail. Sehingga waktu penyelesain dari usulan
ke naskah lengkap tidak terlalu lama, untuk mengejar momen. Usulkan beberapa
bab yang telah di tulis sebagai tambahan informasi ke penerbit, sehingga
penerbit akan tahu gaya tulis penulis tersebut.
5.
Aturan tata letak biasanya mengikuti aturan
internal penerbit dan untuk buku pendidikan mengikuti aturan-aturan yang ada
disesuaikan dengan tingkat jenjang pendidikan. Ada bebeapa aturan fontasi,
jenis gambar, jenis illustrasi yang harus dipenuhi untuk terbitan buku
pelajaran. Selain itu aturan tata letak biasanya diatur secara internal
penerbitan, mengikuti tema buku yang diusulkan. Penulis dapat memberikan
kisi-kisi tata letak yang diinginkan, misalnya jenis huruf, kolom, text book, atau side note dan lain-lain. Kemudian akan diterjemahkan oleh desainer layout untuk disesuaikan dengan
mesin-mesin cetak. Sebelum cetak, biasanya penulis akan diminta melakukan proofing materi, sebelum diproduksi
massal.
6.
Sebuah tulisan yang akan dikirim ke penerbit yang
mana: pertama pertimbangkan skala
pasar penerbitannya sebelum memutuskan salah satu penerbit yang dipilih untuk
menerbitkan buku tersebut. Penerbit skala nasional akan lebih menguntungkan
secara keuangan, karena akan tersebar di seluruh penjuru toko buku. Kedua, siapa penerbit yang tercepat
memutuskan menerima itulah yang dipilih. Untuk buku-buku momen tertentu hal ini
diperlukan, misalnya momen Ujian Nasional (walaupun sudah dihapus), Momen
penerimaan PNS dll.
7.
Visi dan misi Penerbit Andi adalah penerbit buku
pendidikan baik dari pendidikan dasar menengah hingga perguruan tinggi. Di
samping itu juga menerbitkan buku umum, non politik dan non agama. Buku yang
diterima adalah buku yang punya life
cycle atau daur hidup yang panjang, karena akan menguntungkan di jangka
yang amat panjang. Buku trending topic,
biasanya berumur pendek dan jarang sekali terjadi cetak ulang atau repeat order dari toko buku, sehingga
cepat beralalu momennya. Buku yang abadi adalah buku referensi untuk perguruan
tinggi, ada yang berumur 30 th masih bagus pasarnya.
8.
Ada kelemahan pada naskah antologi kisah
inspiratif, atau antologi cerpen adalah pasar yang sangat kecil. Peminat buku
seperti ini biasanya tergantung penulisnya, dalam arti komunitas penulis,
lingkungan sosial medianya, sehingga market sasarannya menjadi kecil atau niche market. Tapi jangan berkecil hati,
Raditya Dika awalnya dipandang sebelah mata oleh penerbit, karena beliau hanya
nulis blog-blog yang tidak bermutu,
tapi Fun buat generasi milenial.
Awalnya pasarnya niche market, akan
tetapi berkembang sosial medianya karena follower-nya
banyak. Akhirnya bukunya best seller
semuanya, walaupun secara value naskahnya kurang bagus, tapi nilai pasarnya
sangat besar.
Sedangkan
Naskah Motivasi, termasuk naskah primadona, karena menghasilkan keuntungan yang
luar biasa. Apalagi jika penulisnya rajin promosi karena motivator terkenal,
bukunya bak kacang goreng. Buku motivasi, cukup menarik semua penerbit. Akan
tetapi tergantung kreativitas penulis dalam memaparkan ide-idenya. Buku
motivasi yang baik pasarnya, memang melekat pada nama-nama terntentu di
Indonesia. Dulu ada Mario Teguh, di mana bukunya luar biasa tanggapan
pembacanya. Tung Desem Waringin, sangat fenomenal. Akan tetapi ternyata
buku-buku motivasi tidak pernah surut terbitannya. Terbukti buku
motivasi-motivasi berbasis agama, menjadi trend
yang luar biasa. Kreativitas penulis menjadi tumpuan utama buku motivasi,
sehingga jangan ragu-ragu brainstorming
dengan penerbit untuk menerbitkan buku motivasi di Indonesia. Cari
peluang-peluang baru saat Pandemi Covid-19 yang memorak porandakan motivasi
kita. Ini lahan yang luar biasa untuk membuat buku motivasi.
Bisa dihubungi di
08112936864 atau email di edis.mulyanta@gmail.com

No comments:
Post a Comment
TERIMA KASIH