Header Ads

Saturday, April 11, 2020

RESUME

RESUME
Resume merupakan bentuk ringkasan atau rangkuman dari sebuah karangan atau tulisan panjang yang dipersingkat dengan cara dipangkas. Menurut translate di google berarti ringksasan, ikhtisar, singkatan, rangkuman, simpulan. Resume adalah suatu metode yang efektif untuk menyajikan suatu karya atau data yang panjang menjadi lebih singkat dan padat. Yaitu dengan cara mengambil bagian-bagian pokok yang lebih ringkas dan membuang uraiannya. Resume hanya mengambil beberapa bagian yang penting hanya bagian pokok serta menyisihkan beberapa bagian rincian dan juga ilustrasinya. Resume tidak boleh berbeda dari data karya aslinya. Dengan demikian maksud dari resume tidak lain dan tidak bukan adalah bentuk ringkas dari paparan yang tersaji atau disampaikan.
Cara Membuat Resume
Sebenarnya cara membuat resume bisa dikatakan mudah jika sudah terbiasa. Apalagi jika pembuat resume suka membaca dan mudah memahami bacaan. Paling tidak ada 4 langkah yang harus ditempuh dalam membuat resume.
1. Membaca Naskah Asli Sampai Benar-benar Paham Isinya

Bila membaca sekali belum mampu memahami isinya dengan baik, maka harus dibaca berulang-ulang. Istilah, kata, atau idiom dan semacamnya yang belum dipahami, maka perlu digarisbawahi untuk kemudian dicari artinya. Hal itu dilakukan agar benar-benar mendapatkan pemahaman yang baik dan sempurna.
2. Menemukan Gagasan Utama dan Mencatatnya

Setiap paragraf mempunyai gagasan utama. Gagasan utama yang sudah ditemukan diberi tanda (dalam naskah) atau dicatat apabila materi lisan. Dalam naskah tulis dilakukan ketika membaca pertama. Biasanya gagasan utama ini berada pada awal paragraf karena biasanya penulis menggunakan jenis paragraf deduktif.
3. Reproduksi

Setelah langkah pertama dan kedua selesai, selanjutnya mereproduksi atau menulis kembali gagasan-gagasan utama yang sudah ada dengan merangkaikan dalam bentuk kalimat-kalimat. Uraian ini diusahakan dengan bahasa sendiri bukan bahasa penulis atau penutur asli.
4. Editing Resume

Setelah resume selesai, perlu memeriksanya kembali untuk memastikan tidak ada kesalahan-kesalahan seperti kesalahan penulisan ejaan, tanda baca, tata bahasa dan lain-lain, semuanya harus diteliti.
Narasumber dalam sebuah pelatihan misalnya menyajikan materi selama 2 jam, disertai dengan slide, dan ditambah dengan tanya jawab. Apakah dalam resume kata-kata lisan harus di translite menjadi tulisan? Tentunya tidak. Jadi pembicaraan selama 2 jam disertai dengan penyajian slide dan tanya jawab akan menjelma menjadi sebuah resume yang mungkin hanya satu lembar halaman kertas. Namun isi dari resume tersebut sudah mencerminkan dari keseluruhan materi yang disajikan.
Lebih konkretnya dapat lihat abstrak dalam skripsi atau tesis. Bagaimana penyajian abstrak yang hanya satu lembar tetapi sudah mewakili sekian puluh bahkan ratus halaman skripsi atau tesis. Sinopsis novel juga merupakan sebuah resume.
Menulis resume tidak lah semudah menulis uraian narasi yang panjang dengan penjelasan yang rinci serta alasan dan dasar teori maupun hukum. Menulis resume membutuhkan ketelitian terutama dalam merangkai kata dan menyatukan kalimat agar menjadi sebuah paragraf yang utuh. Lebih kerennya harus memiliki kohesi dan koherensi bukan hanya deretan kata kata yang justru membingungkan dah bahkan mengaburkan makna.
Menulis resume sebenarnya adalah reproduksi dari garis-garis besar atau topik-topik yang disajikan oleh pembicara atau uraian tulisan. Sehingga materi yang berupa tulisan akan lebih mudah dibuat resume-nya daripada resume yang berupa materi lisan. Selain kelebihan tulisan yang bisa dibaca berulang-ulang, pada tulisan juga bisa diberi tanda pada bagian topiknya. Sedangkan materi yang disampaiakn secara lisan pendengar atau audience harus membuat catatan-catatan yang berisi topik-topik yang disampaikan.
Mereproduksi topik-topik bahasa lisan merupakan kegiatan merangkai kata-kata kunci dari catatan-catatan tersebut menjadi kalimat. Sesudah menjadi kalimat dirangkai menjadi paragraf. Selanjutnya paragraf satu dengan yang lainnya juga harus memiliki keterkaitan agar menjadi sebah kesatuan.
Pada kegiatan pelatihan atau seminar setelah penyajian materi biasanya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ini akan lebih sulit daripada pembuatan resume bahasa lisan. Tanya jawab yang dilaksanakan oleh pembicara dan audience tidak akan sesuai dengan urutan materi yang disampaikan oleh pembicara. Oleh karena itu, jawaban harus dikelompokkan terlebih dahlu sebelum dijadikan resume. Baru sesudah terkelompokkan bisa dijadikan resume.
Sumber :
KBBI offline

No comments:

Post a Comment

TERIMA KASIH