Beliau
menulis dimulai sejak 1999 dengan karya pertama yang diterbitkan dalam bentuk
buku di tahun 2003, dan menulis sampai sekarang.
Untuk
dapat menulis cepat dan tepat pertama-tama, yang harus kalahkan dulu dua musuh
utama dalam menulis yaitu rasa takut dan malas. Dua musuh utama yang harus kita
kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media massa luring atau
daring.
Takut
tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi, dan takut takut
lainnya. Ini yang menghambat dalam memulai sebuah tulisan. Setiap penulis yang
baik tentu tidak membutuhkan “mood”.
Tidak ada alasan tidak menulis, karena tidak ada mood. Mood harus
disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam menulis. Bayangkan
Anda seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis, dan
redaktur majalah. Jika mereka bekerja mengandalkan mood, tentu karirnya akan
tamat seketika.
Isaac
Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui
bahwa cara ia menulis adalah “simpel dan apa adanya”. Perlu digaris bawahi.
Menulislah dengan simpel dan apa adanya. Menulis hal yang aktual dan
sesuai dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah
tulisan diterbitkan. Seperti dikatakan Asimov tadi, seorang penulis yang baik,
maka ia dapat menulis dengan cepat. Perlu diingat, bahwa setiap orang yang
mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat
dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik. Menulis adalah sebuah
kecakapan atau keterampilan. Bila menguasai secara detail pengerjaan tulis
menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan. Menulislah
dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri
ketika menulis.
Caranya
menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis adalah memperbanyak
menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master. Jangan paksakan diri
dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda. Kalau suka traveling,
tuliskan kisah perjalanan Anda. Dengan demikian akan lebih mudah menuliskan
sesuatu yang disukai. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara
Anda.
Salah
satu yang membuat seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah
karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham
pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu. Tulisan itu untuk dibaca. Oleh
karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika
menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan
tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut.
Menulislah
seperti berbicara. Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan
Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika
berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang
dapat mudah dipahami.
Bagi
seorang pemula:
Mengapa
Anda masih ragu menghasilkan draf tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang
dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf
tersebut. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan
redaksinya. Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel
yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya. Atau rubrik apa saja
yang tersedia di media tersebut.
Tidak
usah kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi
kekurangannya, dan terus kirim lagi. Banyak faktor mengapa tulisan tidak
diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam edisi penerbitan sudah penuh. Biarkan tulisan yang
dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf
tersebut. Draf tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada
draf sama sekali.
SESI TANYA JAWAB
1.
Menulislah seperti Anda berbicara. Ketika Anda
berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata
atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika Anda berbicara kepada orang
lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami. Tipsnya.
Menulislah dengan kalimat yang tidak panjang-panjang. Ketika berbicara kepada
teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan
bahasa yang berlebihan. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat
mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami.
Agar pembaca paham, hindari menulis
dengan kalimat yang panjang dan berulang ulang maknanya.
Contoh:
Ruangan yang biasa aku gunakan sebagai tempat tidur, sebuah tempat kos dekat
stasiun UI, tiap pagi jam 5 pagi aku terbiasa mendengar deru Kereta Listrik yang membawa penumpang dari
Jakarta-Bogor PP, itu biasanya
sampai aku berangkat kerja, suara itu sering
terdengar, sehingga aku sering hafal
beberapa kalimat petugas stasiun.
2.
Mana yang lebih mungkin sebagai pemula, menulis
untuk menjadi buku atau menulis artikel untuk dibukukan? Agar tulisan menjadi
penting, maka pesan dan informasi yang dibutuhkan pembaca bisa tersampaikan
dengan baik dan jelas. Mulailah dari hal yang disukai. Kalau Anda suka menulis
karya ilmiah, maka tekuni hal ini. Kalau suka menulis artikel populer, features yang ringan, maka kerjakanlah
ini.
Apakah suka travelling? Atau suka
membaca buku biografi? Atau suka menganalisis kebijakan pendidikan? Kalau jawab
suka, maka mulailah menuliskan dari hal yang disukai. Tentu akan ibu hasilkan
sesuatu yang luar biasa.
Mengelola konsentrasi yang efektif
adalah dengan melakukan yang Anda sukai. Lakukan pekerjaan yang Anda cintai.
Gairah dan fokus pada sesuatu yang kita sukai, cintai akan lebih tinggi
dibandingkan sesuatu yang kita tidak sukai. Maka menulislah dari sesuatu hal
kecil yang Anda sukai. Fokus pada sesuatu yang kita senangi, akan menambah
motivasi kita lebih baik. Passion
3.
Mengatasi rasa takut menulis adalah dengan
menulis. Menulis saja terus-menerus. Kalahkan rasa takut bahwa tulisan pertama
kita jelek. Lebih baik menghasilkan tulisan yang buruk (dapat diperbaiki)
daripada tidak menghasilkan sebuah tulisan (ini tidak dapat diperbaiki).
Menumbuhkan rasa percaya diri menulis adalah dengan terus menulis.
Dalam menulis memang ada kalanya tidak
selesai langsung. Apalagi ketika writer's
block itu datang. Agar tetap konsisten, maka kita dapat membaca tulisan
tulisan orang lain yang sejenis atau dari buku bacaan sebagai referensi.
Sehingga ada ide-ide yang kita bisa gali lebih lanjut. Yang jelas dalam menulis
dilarang keras plagiat. Mengambil begitu saja karya orang lain tanpa
dicantumkan sumbernya. Ini yang dilarang. Tapi kalau mengembangkan ide dari
tulisan orang lain, sah-sah saja.
4.
Penulis yang baik biasanya adalah pengamat yang
baik. Bagi yang suka mendengar atau kecerdasan audio-nya lebih, maka ketika mendengar sesuatu, maka siapkan
catatan. Catat poin penting yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Atau
pembicaraan direkam, kemudian barulah dituliskan. Banyak jalan menuju roma,
banyak cara untuk menghasilkan karya.
Beberapa teknik menulis cepat. 1) Ada
yang senang memulainya dengan membuat kerangka tulisan, ada yang menuliskan
kerangka seperti spider web. 2)Ada
pula penulis yang langsung menuangkan dari pikirannya ke dalam tulisan.
Namun biasanya setiap artikel memiliki
kerangka: Judul, lead (pendahuluan),
isi, dan penutup.
5.
Yang memotivasi narasumber menulis adalah rasa
suka. Passion. Ada kenikmatan dan
kebahagiaan bisa berbagi inspirasi, motivasi, pengetahuan melalui tulisan.
Awalnya narasmber suka menulis lirik lagu dan puisi, lalu
menulis artikel populer, cerita anak, karena dulu pernah menjadi guru TK juga. Menulis
keseharian perilaku anak didik di prasekolah sungguh menggemaskan.
Menyenangkan. Saat ini menjadi redaktur pelaksana sebuah majalah, maka menulis
menjadi suatu pekerjaan. Hampir tiap hari dituntut menulis.
6.
Gaya Selingkung, maksudnya gaya, batasan, sesuai
jati diri, penciri media itu. Sesuai dengan kebijakan redaksi masing masing.
Misal, ada media yang membatasi bahwa tulisan yang akan dimuat di medianya
minimal 600 kata, hurufnya times new roman, spasi 1.15, dsb. Memulai menulis
artikel yang Anda sukai temanya. Dan yang lebih penting mulailah menulis.
Setiap media memiliki gaya, ciri masing
masing sesuai kebijakannya. Tidak selalu sama. Itulah yang dinamakan gaya
selingkung. Misal, media jawa pos mengharuskan tulisan opini minimal 600 kata.
Atau majalah Suaraguru, untuk tulisan opini minimal 700 kata. Jadi
berbeda-beda. Bisa ditanyakan di redaksi masing-masing atau biasanya tertulis
di salah satu bagian media itu.

No comments:
Post a Comment
TERIMA KASIH