Header Ads

Monday, November 15, 2021

TIDAK ADA ALASAN TIDAK MENULIS

 Semua kegiatan apalagi yag bersifat positif akan menemui bayak hambatan dan rintangan. Hambatan itu bisa berasal dari diri sendiri dan bisa juga dari luar dirinya. Tetapi hambatan yang paling sulit diatasi adalah hambatan yang berada di dalam dirinya sendiri.

Menulis merupakan kegiatan keterampilan yang banyak mengadung hambatan. Hambatan menulis adalah kondisi tidak bisa berpikir apa yang harusnya dituangkan kedalam tulisan atau bagaimana memulai berproses untuk sebuah tulisan.

 Berikut hamabatn meulis yang biasa dialami oleh calon penulis.

1.       Malas

Malas adalah kondisi seseorang yang sedanag tidak mood. Harus diberi motivasi agar kemalasan itu tidak datang dan menyerang. Yaitu dengan mengingat dan “menikmati” karena menulis, bis meraih ”popularitas”, terima honor dari tulisan yang dimuat oleh penerbit atau royalti, sehat (karena menulis itu menyehatkan jiwa-raga), dan memeiliki jati diri (self branding).

Karya tulis yang dipublikasikan akan dinikmati oleh orang lain (pembaca) sehingga orang akan mengetahui kualitas dan kompetensi penulis; orang mengetahui seberapa ”bloon” dan ”cerdas”-nya si penulis.

Ada pepatah: “Orang malas lebih buruk daripada orang bodoh”. Orang bodoh bisa diajari, orang yang malas hanya dia sendiri yang bisa mengatasinya.

2.       Tidak Punya Ide

Tidak sedikit orang yang malas mengatakan tidak punya ide untuk dijadikan tulisan. Bagaimana mungkin tidak puya ide sedangan ketika ada orang bertindak atau berkomentar bisa menimpali dengan tanggapan yang tidak setuju. Ide ada di mana-mana. Membaca adalah salah satu menemukan ide. Mencermati peristiwa aktual, mengkritisi sesuatu yang terjadi, menanggapi apa yang dilihat dan didengar, kemudian tuliskan opini apa yang dipikirkan tersebut.

3.       Tidak Punya Waktu

Jika mengaku tidak punya waktu untuk menulis adlah bohong. Semua orang memiliki waktu 24 jam per hari dan 7 hari per minggu. Orang yang termotivasi untuk menulis, akan meluangkan waktu untuk menulis, misalnya sejam sebelum tidur, atau hari tertentu dalam sepekan, misalnya akhir pekan atau hari libur.

4.       Tidak Menguasai Topik

Tidak menguasai topik adalah hambatan menjadi salah satu yang menjadi hambatan dalam kegiatan menulis. Padahal setiap hari ada saja masalah yang ditemui. Setiap permasalahan yang dihadapi merupakan sebuah topik yang bisa dituangkan dalam tulisan. Seperti pada permasalahan tidak memiliki ide, sebenarnya topik bisa diambil dari sebuah topik yang sudah ditulis oleh penulis lain dengan versi atau sudut pandang yang lain.

5.       Bingung Memulai

Memilih sebuah tema dan memberi judul sementara, kemudian membuat outline tulisan dan melakukan Free Writing (composing rough/first draft). Menuliskan apa yang terlintas dalam pikiran, abaikan akurasi ejaan, kata, kalimat, dan data, yang penting, tuliskan. Setelah itu, tulis ulang, direvisi, dan diedit.

“Penulisan Bebas: Strategi penemuan (atau prapenulisan) yang dimaksud untuk mendorong pengembangan ide tanpa memperhatikan aturan tata bahasa dan penggunaan konvensional” (Wikipedia).

6.       Takut Jelek

Belum berkarya sudah takut karyanya jelek. Berbuat saja belum. Tidak ada tulisan jelek selama ide dan isi tulisannya orisinil hasil pemikiran penulis.

Tidak bisa merangkai kata menjadi sebuah kalimat, apalagi kalimat yang indah bertabur diksi yang penuh hikmat. Hal tersebut wajar bagi calon penulis, namun menulis harus dibiasakan. "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi" (Om Jay). Kemudian kalimat inspirasi tersebt dbuat turunannya "Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi" (Cik Ato).

Tulisan jelek hanyalah hasil plagiarism. Bahkan, jika hanya merangkum berbagai pendapat menjadi tulisan baru, itu pun sah secara jurnalistik, janga lupa sebutkan sumber kutipannya.

Tak ada penyakit yang taka ada obatnya. Kalaupun ada penyakit yang tidak sembuh-sembuh itu hanyala obatnya yang tidak sesuai. Demikian dengan menulis. Hambatan-hambatan yang dikemukakan di atas dapat diatasi dengan berbagai solusi.

1.       Solusi Versi About.com

·         Sit down at a desk with pen and paper, ideally in some quiet place, though freewriting can be done anywhere. Siapkan tempat untuk menulis dengan alat tulis. Kalau bisa di tempat yang tidak ramai. Walaupun menulis dimanapun jadi.

·         Decide beforehand that you will only be writing for ten minutes (longer if you”d like) and that you will not stop before that time is up. Membiasakan menyisihan waktu (menjadwalkan) untuk  kegiatan menulis. Menggunakan waktu seperti jadwal jam kerja, tidak mengakhiri sebelum waktunya.

·         Set a timer or an alarm

Mengatur penghitung waktu atau alarm sebagai penanda waktu baik untuk memulai maupun untuk berhenti.

·         Write without stopping until the timer goes off.

Setelah waktu diatur, maka harus disiplin untuk berhenti ketika memang waktu sudah habis.

·         Do not lift your pen from the paper, even if this means writing, “I don’t know what to write,” over and over again. Jangan pernah berhenti menulis jika sudah menulis tentang apapun, bahkan bila yang ditulis tidak dimengerti, dan dilakukan berulang-ulang.

·         Write nonsense, write anything, but don”t stop writing. Menulislah apa saja yang ingin dituliskan walaupun yang ditulis hanyalah omong kosong, jangan mempedulikan tentang apa yang sedang ditulis, dan kerjakan jangan sampai berhenti.

2.       Romelteas’ Formula: Just Write!

Solusi kedua yaitu menggunakan template (templat, formula) yang disajikan Romelte untuk berlatih menulis. Ini untuk pemula yang benar-benar sama sekali belum bisa menulis atau belum membuktikan diri bahwa dia bisa menulis.

Ganti kata ”ANU” dengan tema atau topik yang Anda ingin tulis

  • “Saya ingin menulis tentang ANU. Menurut saya, ANU itu… karena… Buktinya…”
    ”Tadi saya baca/dengar/tonton berita tentang ANU. Menurut saya, ANU itu begini, begitu, karena saya pikir ANU itu merupakan….”
  • ”Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Yang ingin saya tuliskan di sini adalah tentang ANU. Menurut saya ANU itu penting dibahas kerena…”

Jangan takut untuk menulis!

Jangan menunggu pintar baru menulis, menulis saja dahulu nanti pasti pintar!

Awali menulis yang sederhana, yang  kita bisa dan yang kita kuasai!

 

Sumber:

https://romeltea.com/hambatan-menulis-dan-kiat-mengatasinya/

1 comment:

TERIMA KASIH